"Barang siapa menginginkan dunia, maka dengan ilmu. Barang siapa mengingkan akhirat, maka dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya, maka dengan ilmu." HR. At-tirmidzi

Pastinya warga Jakarta udah nggak asing lagi donk dengan public transportation yang satu ini??! Ya iyalah secara TransJakarta Bus ini yang lebih well-known as “Busway” udah jadi transportasi yang membawa warga Jakarta dengan segala tujuan dan aktivitas, serta beragam profesi ini ke tempat tujuan dan kembali ke tempat asalnya masing-masing, tidak terkecuali saya. Siapa coba yang nggak mau nyoba naek ‘Busway” ini secara Anda bisa mengelilingi Kota Jakarta dari Barat sampai ke Timur. Mau lihat Monas?? Bisa naik “busway”, ke manapun tujuan Anda (asal masih di wilayah DKI Jakarta), seperti ke Ancol, Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Museum Fatahilla, Museum Wayang, kawasan Kota Tua, Museum Nasional, Gajah Mada Mall, Glodok, Istana Negara, Citra Land Mall, Universitas Trisakti, Universitas Tarumanegara, PGC, WTC, Mangga Dua Square, Gramedia Matraman, Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Blok M, Masjid Agung Al-Azhar, Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Kantor Sekretariat ASEAN, Departemen Luar Negeri, Dep. Perhubungan, DepKomInfo, Mahkamah Konstitusi, Plaza Semanggi, Senayan City, Ratu Plaza, Hotel Syahid, Hotel Le Meredien, Hotel Indonesia, Plaza Indonesia, Hotel Nikko, Hotel Sari Pan Pacific, Mall Puri Indah, Kwitang, UNJ, Kampus Kedokteran UI, Bank Indonesia, Sarinah, Tosari, Atrium Mall, Gelora Bung Karno, Polda Metro, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, Pasar Baru, de el el bisa Anda jangkau dengan naik “busway” hanya dengan Rp. 3.500 saja. Ongkos ini terbilang murah dan relatif terjangkau dari kalangan bawah sampai kalangan menengah ke atas.
“Busway” ini memang sengaja disediakan oleh Pemda DKI Jakarta sebagai salah satu upaya mereduksi polusi yang ada di DKI Jakarta ini dengan cara menggerakkan warga Jakarta untuk menggunakan transportasi umum. Karena seperti yang kita ketahui bersama, jalan-jalan (mulai dari jalan protocol hingga jalan tikus) dipadati oleh kendaraan pribadi (motor atau pun mobil), kecuali kalau libur hari raya Idul Fitri, jalan-jalan di DKI Jakarta melompong karena banyak warga Jakarta yang mudik secara hampir semua warga di Jakarta didominasi oleh transmigran (penduduk yang berasal dari daerah luar Jakarta), termasuk saya.
Meskipun per harinya halte “busway” dipenuhi penumpang yang ‘berjubelan’ dan masih minimnya armada “busway” tidak menyurutkan niat para penumpang untuk tetap setia menunggu kedatangan bus yang terkadang entah terjebak macet atau mogok menyebabkan bus terlambat mengangkut penumpang yang seharusnya bisa terangkut dalam waktu 5-10 menit. Bayangkan 5 menit menunggu saja rasanya saya sudah merasa bosan apalagi menunggu kedatangan bus yang bisa memakan waktu hingga 20 menit (fenomena ini yang sering terjadi di Halte Harmoni, Dukuh Atas, Senen, dan Kampung Melayu). Rasanya ingin protes pada petugas yang lalai menjalankan tugasnya sehingga menyebabkan keterlambatan kedatangan bus karena intensitas kesibukan warga Jakarta yang sangat tinggi tidak boleh memakan banyak waktu hanya untuk menunggu kedatangan bus yang sejatinya bisa lebih tepat waktu. Belum lagi petugas yang terkadang terlihat ogah-ogahan untuk menjawab pertanyaan penumpang yang mungkin baru pertama kali naik “busway” sehingga perlu bertanya padanya. Atau pun petugas yang terkadang suka membentak-bentak penumpang pada saat melakukan penertiban antrian ataupun penertiban di dalam bus. Muncul pertanyaan, “Bisa nggak sih sebetulnya mereka menegur penumpang yang tidak mau antri atau pun tidak mau tertib dengan tutur bahasa yang lebih sopan?” Ingat tegas dan sopan tidak mesti berteriak. Bapak / Ibu ‘door officer”, kami penumpang juga mengerti etiket dan tata bahasa, serta cara bertutur yang baik, kami juga merasa risih dan ‘gerah’ bila harus di’teriak’-an layaknya kerbau yang dicocok hidungnya yang seakan tidak bisa ditegur dengan tutur bahasa yang sopan dan baik.
Ini sebetulnya menjadi saran atau pun kritik bagi para staf ‘busway’agar betul-betul melayani penumpang dengan ramah, sopan, senyum, dan sepenuh hati. Nah, kalau sudah begitu penumpang juga merasa nyaman dan senang dengan pelayanan yang diberikan pihak transjakarta bus, bukan?. Yok, semangat buat pihak TransJakarta Bus untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik untuk para penumpang setia TransJakarta bus..