"Barang siapa menginginkan dunia, maka dengan ilmu. Barang siapa mengingkan akhirat, maka dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya, maka dengan ilmu." HR. At-tirmidzi

Kemarin (24/6/14) saya mendapat posting-an gambar ini di Grup WA. Menarik membacanya mengingat saya masih seringkali bermasalah dengan manajemen keuangan pribadi saya. Dan seringkali bingung menggunakan metode apa untuk membuat buku keuangan sendiri dan memasukkan penghasilan yang saya dapatkan di keranjang investasi yang sesuai dengan kondisi ekonomi saya. Dan posting-an gambar di atas cukup membantu saya memberikan gambaran untuk bulan depan harus seperti apa saya mengatur pemasukan dan pengeluaran saya. 
Dengan ilustrasi pendapatan sebesar Rp. 4juta/bulan, seseorang diminta untuk mengalokasikannya ke dalam beberapa pos: 
1. 30% untuk Biaya Hidup
2. 20% untuk Pertemanan
3. 15% untuk Belajar
4. 10% untuk Liburan
5. 25% untuk Investasi

Sementara itu, metode jadul yang masih saya gunakan (tentu saja dengan penghasilan yang berbeda dari ilustrasi) adalah sebagai berikut:
1. 40% untuk Investasi.
Yang pertama kali saya lakukan pada saat saya menerima penghasilan bulanan saya adalah memotongnya untuk membayar cicilan saya (untuk investasi tentu saja) sebesar 40%.
2. 15% untuk Saving dan Insurance
Karena saya belum disediakan asuransi dari perusahaan, maka saya menyisihkan sebagian untuk jaminan masa depan saya dan juga saving. Dan tahun ini sudah masuk tahun ke-3 usia asuransi saya dengan jenis unit-link (perpaduan antara insurance dan investment).
3. 5% untuk Beramal
Saya diwajibkan untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan yang saya peroleh untuk memberikannya kepada orang yang lebih berhak (Zakat Harta, red.). Bilangan 5% ini bukan berarti nilai maksimal untuk saya beramal setiap bulannya, tapi justru menjadi takaran minimal. Lebih dari 5% untuk beramal setiap bulannya malah itu sangat bagus. Silahkan klik berikut ini untuk penjelasan lebih lengkap mengenai apa yang dimaksud dengan "Zakat Harta" http://www.dompetdhuafa.org/donasi#! atau http://www.dompetdhuafa.org/donasi#kalkulator-zakat atau http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-zakat-6-zakat-penghasilan.html
4. 30% untuk Biaya Hidup
Saya bukan termasuk kategori orang yang sangat hemat dan juga hobi belanja (sedang-sedang saja, masih dalam batas normal). Untuk soal makan, saya tidak banyak mengkonsumsi makanan yang mahal, hanya sesekali waktu saja. Jadi sisa dari pos biaya hidup ini bisa saya gunakan untuk tambahan saving atau "mencuri" saving untuk barang-barang sale (tapi ini jarang terjadi. Just do not do this because it will make a bad impact to your saving seriously).
5. 10% untuk Liburan
Saya sangat menyukai traveling dan beruntungnya berkat tugas kantor saya bisa mengunjungi beberapa tempat indah di seluruh Indonesia di sela-sela tugas saya. Jadi saya hanya tinggal me-list beberapa daftar nama/tempat wisata menarik lainnya yang belum saya kunjungi. Saya memang tidak rutin melakukan perjalanan liburan setiap bulannya. Saya baru akan mengunjungi tempat-tempat impian saya setelah tabungan untuk liburan saya sudah mencukupi dan yang pasti jadwal cuti disetujui perusahaan (nasib karyawan). Untuk pos yang satu ini, menyisihkan 10% dari keseluruhan pendapatan adalah cukup realistis.

Idealismenya adalah mengikuti nasihat yang sudah diberikan oleh Li Ka-shing, karena memang ia sudah terbukti menjadi seorang Miliarder. Namun, saya akan memodifikasinya dengan kondisi riil saya saat ini, belum terbukti memang tapi tidak ada salahnya akan saya praktekkan dalam 3 bulan ke depan apakah membawa pengaruh yang signifikan pada keuangan saya atau tidak. Begini caranya:
1. 30% untuk Biaya Hidup
Ini sudah sesuai dengan yang saya terapkan, jadi saya hanya tinggal menyesuaikan mana antara makan karena butuh atau makan hanya sekedar gengsi atau mencoba untuk mencicipi makanan baru (kerennya #WisataKuliner). Mungkin petualangan kuliner baru, harus saya batasi terlebih dahulu. Okay, fine. Toh sebenarnya masih banyak kuliner yang murah meriah dengan rasanya yang enak. Jadi hobi makan saya bisa tetap tersalurkan cuma durasi wiskulnya saja yang perlu dikurangi.
2. 20% untuk Pertemanan
Kalau untuk yang satu ini saya sarankan, Anda bergabung di beberapa komunitas yang memiliki interest yang sama dengan Anda, misalkan saja di http://volunteer.dompetdhuafa.org/ , https://id-id.facebook.com/Pecinta.Anak.Yatim / https://twitter.com/PcintaAnakYatim , https://www.couchsurfing.org , http://www.lendabook.co , http://tamanbacaanpelangi.com/ dan masih banyak lagi komunitas lainnya. Cara yang satu ini dapat meluaskan jaringan pertemanan Anda dan jangan salah dari setiap komunitas ini terdiri dari banyak orang hebat yang bisa menginspirasi Anda.
Dari Abu Musa Asy-Asy'ari, Dia mengatakan bahwa, Rasulullah saw. Bersabda :
"Sesungguhnya, Perumpamaan Teman yang Baik dan Teman yang Buruk, adalah Seperti Penjual Minyak Wangi dan Tukang Pandai Besi. Seorang Penjual Minyak Wangi akan memberi kamu Minyak, atau kamu Membelinya, atau kamu mendapati Bau yang Harum darinya.
Sedangkan Pandai Besi, maka bisa jadi akan Membakar bajumu dan bisa pula engkau mendapati darinya Bau yang Busuk". (HR. Muttafaq 'Alaih)
Sangat efektif untuk menambah jaringan pertemanan Anda dan sekali waktu bolehlah mengeluarkan budget untuk pos yang satu ini. Jika masih ada sisa dari pos ini, segera investasikan atau tabung atau gunakan untuk beramal.
3. 15% untuk Belajar
Cara belajar yang mudah, murah, dan efektif adalah dengan menonton televisi (dengan tayangan yang menambah wawasan kita. Sudah banyak kok saluran TV yang mengedepankan informasi terkini seputar orang-orang hebat dalam dan luar negeri, menggugah wawasan, dan bukan hanya sekedar sinetron yang yahh Anda lebih tahu sendiri bagaimana mendeskripsikan tayangan sinetron di TV lokal), berselancar di dunia maya (hanya keluar biaya bulanan untuk membeli paket internet), mengunjungi perpustakaan (silahkan saja kunjungi http://www.pnri.go.id/ Perpustakaan Nasional yang ada di Jl. Salemba Raya di seberang RS. St. Carolus atau di Marsela - Medan Merdeka Selatan di seberang Monas), lihat buku-buku terbaru yang ada di toko buku (biasanya ada beberapa buku baru yang dijadikan sample. Kalau ada beberapa hal atau ide menarik dalam buku tersebut bisa juga dicatat tapi jangan sampai ketahuan petugas, hahahaha), ikut seminar-seminar gratis (coba lihat saja info terbaru seputar Jakarta di http://infojakarta.net/ ). Dan masih banyak cara kreatif lainnya yang bisa Anda lakukan untuk cara belajar yang mengasikkan tentunya sesuai dengan minat Anda.  
Sekali lagi, bila budget di pos ini masih tersisa banyak, jangan ragu untuk langsung memasukkannya ke pos lainnya (untuk liburan, tambahan biaya hidup, pendidikan atau lainnya).
4. 10% untuk Liburan
Semua orang di dunia pasti sangat menyukai suasana baru dan tidak monoton. Terlebih bagi seorang pekerja seperti saya yang waktunya banyak di habiskan di kantor (Monday to Saturday, 9 am - 5pm). Bisa dibayangkan bukan sangat amat suntuk. Well, this my job and I try to survive not for quite along. Jadi saat bertemu dengan tanggal merah itu sangat luar biasa sekali. Apalagi berlibur ke tempat-tempat yang menyenangkan, pantai atau gunung. Wahhh, rasanya menjadi orang paling bahagia di dunia saat itu (sorry #toomuchmodeon ;)). Untuk 10% tidak terlalu berat pastinya untuk disisihkan setiap bulan dan dibayar dengan perjalanan yang sangat menakjubkan. Belum lagi jika masih ada sisa dari pos lainnya, agenda perjalanan yang butuh budget lebih besar bisa cepat direalisasikan.
5. 25% untuk Investasi
Yups, berbicara tentang investasi tentunya setiap orang punya cara untuk menginvestasikan dana yang dimilikinya. Kalau saya lebih memilih menyimpannya dalam bentuk deposito, beli emas (dinar/perhiasan/logam mulia) atau menggunakannya untuk jual-beli barang. Apapun pilihan investasinya, pastikan Anda memilih investasi yang tepat sehingga menghasilkan return yang seimbang atau bahkan melebihi dari investasi awal Anda.

Seberapapun hebat dan bergunanya nasihat atau tips yang bermanfaat dari seorang pakar yang sudah terbukti keberhasilannya, kalau kita tidak menerapkannya secara disiplin, maka sama saja tidak membawa perubahan apapun dalam kehidupan kita (saya juga termasuk yang mengabaikan kedisiplinan). So, mulai sekarang belajar untuk disiplin dan mengikuti petunjuk yang sudah didapatkan agar impian kita bisa terwujud. Selamat mencoba, kawan!!! #ntms