"Barang siapa menginginkan dunia, maka dengan ilmu. Barang siapa mengingkan akhirat, maka dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya, maka dengan ilmu." HR. At-tirmidzi
Do'a Sebelum Belajar:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
اَللَّهُمَّ أَلْهِمْنىِ عِلْماَ اَعْرِفُ بِهِ اَوَامِرَكَ وَاَعْرِفُ بِهِ نَوَا هِيَكَ وَارْزُقْنِى
اَللَّهُمَّ بَلَغَةَ فَهْمِ النَبِيِّيْنَ وَفَصَاحَةِ حِفْظِ الْمُرْ سَلِيْنَ وَسُرْ عَةِ اِلْهَامِ
الْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَاَكْرِمْنِى . اَللَّهُمَّ بِنُوْرِ الْعِلْمِ وَسُرْعَةِ الْفَهْمِ وَاَخْرِجْنِى مِنْ
ظُلُمَاتِالْوَهْمِ وَافْتَحْ لِى اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَعَلْمِنِى اَسْرَارَ حِكْمَتِكَ يَارَبَّ الْعَا لمَِيْنَ
اَللَّهُمَّ أَلْهِمْنىِ عِلْماَ اَعْرِفُ بِهِ اَوَامِرَكَ وَاَعْرِفُ بِهِ نَوَا هِيَكَ وَارْزُقْنِى
اَللَّهُمَّ بَلَغَةَ فَهْمِ النَبِيِّيْنَ وَفَصَاحَةِ حِفْظِ الْمُرْ سَلِيْنَ وَسُرْ عَةِ اِلْهَامِ
الْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَاَكْرِمْنِى . اَللَّهُمَّ بِنُوْرِ الْعِلْمِ وَسُرْعَةِ الْفَهْمِ وَاَخْرِجْنِى مِنْ
ظُلُمَاتِالْوَهْمِ وَافْتَحْ لِى اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَعَلْمِنِى اَسْرَارَ حِكْمَتِكَ يَارَبَّ الْعَا لمَِيْنَ
"Wahai Allah, ilhamilah aku dengan ilmu yang dapat menjadi alat untuk
mengetahui semua suruhan-Mu dan berilah aku rizqi. Wahai Allah,
sampainya kefahaman yang mendalam dari para nabi dan kefashihan hafalan
para Rosul serta cepatnya ilham para malaikat muqorrobiin, maka
karunianikanlah kepada ku. Wahai Allah, dengan cahaya ilmu dan cepat
tanggap dalam kefahaman serta keluarkanlah aku dari kegelapan keraguan
dan dan bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu dan ajarkanlah kepadaku
rahasia hikmah-Mu. Wahai Tuhan semesta Alam."
Mari kita sama-sama belajar dari intisari kajian yang disampaikan oleh KH. Abdullah Gymnastiar mengenai "Bahaya Pujian Bagi Seorang Manusia".
>>
Dipuji, dihormarti, dan dikagumi orang amatlah sedap dan sangat disukai nafsu. Ini adalah ujian yang amat merusak ketauhidan, menghapus semua amal, menghinakan, dan bisa berujung su'ul khotimah (na'udzubillah).
Bagi yang tak waspada akan mudah hanyut dan tenggelam diperbudak penilaian orang, bahkan bisa menjadi "Tuhannya".
Hati akan ketagihan untuk dipuji dan dikagumi, sehingga fokus pikiran, hatinya, dan sikapnya adalah mencari cara agar tetap dan semakin dikagumi. Akan semakin sibuk membangun kemasan/topeng dan semakin lupa kepada isi, siapa dirinya yang sebenarnya. Benar-benar sudah tertipu, menipu diri sendiri, dan tentu jadi menipu yang lain juga.
Akan sangat senang keluar rumah untuk menemui orang yang akan memujinya dan sangat tak betah di rumah atau di lingkungan yang tak menghargainya. Karena sangat fokus kepada "Tuhannya" yaitu penilaian orang maka ia tidak dapat mengurus keluarga dan amanah lainnya dengan benar dan bertanggung jawab.
Selain itu, hidup pun akan selalu galau, penuh kedengkian kepada siapapun yang dianggap menjadi pesaing yang akan mengurangi pujian/kekaguman orang kepada dirinya. Maka lengkaplah penyakit hatinya; syirik, munafik, ujub, takabur, dan pendengki. Semua terkumpul buah dari menuhankan penilaian makhluk. Sungguh perbuatan yang amat dibenci Allah Azza wa Jalla.
---------------~~~~--------------
"Mohonlah ampunan kepada Allah SWT dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari segala macam penyakit hati, serta perbanyaklah berdzikir (selalu ingat) kepada-Nya."
C'est Moi
- Dewi Emy
- Moslem Agent ✿ Travelicious ♥ Culinary Lover ♥ Volunteer ♥ Startup Entrepreneur ✿ Blogger ☆☆☆
