"Barang siapa menginginkan dunia, maka dengan ilmu. Barang siapa mengingkan akhirat, maka dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya, maka dengan ilmu." HR. At-tirmidzi



Minggu, 24 Agustus 2014

Kali ini Divisi SDM - Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) mengadakan training "Belajar Bahasa Isyarat" dengan mengundang GERKATIN (Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia). Training ini dimulai pukul 09.00 WIB - 12.00 WIB di Basecamp DDV - Griya Hijau, Kp. Utan - Ciputat. Untuk para DDV yang datang pada training ini bisa mendapatkan e-certificate. Sudah dapat ilmu, dapat teman baru, dapat pengalaman, ada bonus sertifikat juga. 

Sesi pertama, peserta training (DDV) diajarkan menghafal abjad (A to Z).

Abjad A - Z

Tim GERKATIN (Pak Agus, Phieter, dkk.)

Setelah hafal, peserta diminta untuk mengeja nama masing-masing dan menanyakan nama dari lawan bicara (sesi pelatihan perkenalan nama).

Saatnya bermain games "Bisik Kata", peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Anggota kelompok yang paling depan, diberi clue "kata", selanjutnya dia meneruskan sampai ke anggota yang baris paling belakang secara bergilir. Anggota yang terakhir mendapat "kata", dia maju ke depan untuk memberitahu si penerima clue yang pertama apakah sesuai dengan yang dimaksud atau tidak.
Simple saja bisik katanya, seperti kata "JALAN", "BAHASA", dan sebagainya. Tapi karena semua peserta sambil mengingat-ingat, kira-kira huruf isyarat dan kata apa yang dimaksud, jadi masih perlu diulang 2-3 kali sampai si penerima clue menangkap kata yang dimaksud. Seru banget, menghafal sambil bermain. Jadi langsung melekat di otak deh.


Nah, saatnya menghafal angka dengan menggunakan bahasa isyarat. 

Angka dalam Bahasa Isyarat

Buat teman-teman yang tertarik dan masih penasaran untuk mempelajari bahasa isyarat, bisa langsung datang ke stand BISINDO (Bahasa Isyarat  Indonesia) pada saat "Car Free Day (CFD)" yang berlokasi di seberang Hotel Mandarin - Jakarta. Info lengkap silahkan cek timeline Twitter @Stand_BISINDOHI ..



D-E-W-I

DDV di Hati :*)

"Bersyukurlah karena kita masih diamanahkan untuk memiliki pendengaran dan penglihatan yang sempurna. Jika ada orang yang kekurangan secara fisik (di mata manusia) ternyata lebih banyak bermanfaat dibanding orang yang dititipkan fungsi organ tubuh yang lebih sempurna, maka seharusnya kita malu dan lebih bersemangat dalam menjalani kehidupan. Sejatinya bukanlah kesempurnaan fisik yang dilihat oleh Tuhan, melainkan kesempurnaan dalam menjalani kehidupan ini untuk lebih banyak menebar manfaat kepada semua orang. Sekali lagi, belajar untuk bersyukurlah dan lihat lagi sekeliling kita."

e-certificate #TrainingBISINDO