"Barang siapa menginginkan dunia, maka dengan ilmu. Barang siapa mengingkan akhirat, maka dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya, maka dengan ilmu." HR. At-tirmidzi
Posted by Dewi Emy in
on
-
Setiap manusia pasti pernah mengalami stres. Penyebab stres tak lain dan tak bukan adalah karena manusia terlalu banyak berpikir dan kurang berdzikir.
Analogi: Ada seseorang berada di suatu tempat dan tidak tahu arah jalan. Maka apa yang harus dia lakukan? Ia harus tanya kepada Yang Maha Tahu jalan dan dengan senang hati membantu orang tersebut, tanpa mengharapkan imbalan apapun. Siapakah Dia Yang Maha Tahu itu? Dia adalah Allah SWT.
Inilah yang disebut dengan berpikir sambil berdzikir.
Manusia itu harusnya menyadari bahwa dirinya itu adalah bodoh, ia tidak perlu repot memecahkan seluruh persoalan sulit yang ada, tapi segera kembalikan kepada-Nya, mohon petunjuk-Nya. Ingatlah bahwa segala persoalan hidup yang kita ingin selesaikan dan hajat hidup kita yang ingin terpenuhi, maka Allah yang akan menuntut jalan untuk kita.
Apa saja biasanya persoalan hidup yang biasa dihadapi manusia? Rejeki, jodoh, pasangan hidup (suami/istri), anak-anak, dan sebagainya. Kunci dari segala permasalahan itu adalah kita harus taat kepada-Nya dan Allah yang akan menuntun langkah kita. Ingat semua persoalan hidup itu segera ingat kepada Allah. Allah lagi, Allah terus. Allah SWT Yang Maha Memiliki atas segala sesuatu (alam semesta beserta seluruh isinya). Yang kita miliki hanyalah titipan dan akan dikembalikan kepadanya, pun diri kita ini sendiri adalah milik-Nya.
Namun, yang menjadi masalah terbesar justru dalam diri kita adalah karena kurangnya keyakinan kepada Sang Maha Pencipta. Sebetulnya perkara yang kita hadapi itu kecil, tak perlu memikirkan perkara yang remeh-temeh. Segera serahkan semuanya kepada Allah.
Manusia terkadang lalai dan lupa mensyukuri segala kenikmatan yang telah Allah berikan, tanpa manusia sadari, sejak kita bangun tidur hingga mata terpejam. Milyaran aktifitas yang dilakukan organ tubuh kita berjalan sebagaimana mestinya karena Allah yang membereskannya (fungsi hati berjalan normal, hidung masih bisa bernafas, jantung masih bisa berdetak, darah yang mengaliri seluruh tubuh, dan sebagainya).
Saat ingat segala persoalan hidup, maka bersegaralah untuk bertaubat, ingat segala dosa yang telah kita lakukan, dan berserah diri pada-Nya. Karena yang menjadi sumber kebahagiaan adalah dengan selalu ingat kepada-Nya.
Jika kita menginginkan yang terbaik dari orang lain, maka kita pun harus memberikan yang terbaik juga untuk orang lain. Perbaiki diri kita terlebih dahulu, apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Baca Surat Al-Isra' ayat 7: "Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri
dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri ..."
Setiap manusia memiliki catatan (buku) amal masing-masing dan kelak akan mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Lakukan yang terbaik demi kebaikan diri sendiri dan niatkan semata-mata karena Allah SWT.
Bersabarlah karena setiap kesabaran, setiap penderitaan hati menjadi penggugur dosa-dosa kita. Hanya gantungkan harapan kita kepada Allah agar hidup bahagia, semakin kita berharap kepada manusia, maka justru hati kita menjadi semakin sakit. Kita hanya perlu ridho atas segala sesuatu yang terjadi pada kita. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Hadid ayat 17:
Artinya:
"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu
sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum
Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi
Allah."
Ada manusia yang diuji dengan penyakit, ada pula yang diuji dengan harta kekayaan. Tapi kita harusnya rela saja, tidak perlu diambil pusing dan bersedih hati, karena masih banyak jutaan kenikmatan lain yang Allah berikan kepada kita. Ini semua tergantung pada cara kita memandang segala ujian, dengan bersyukur kah atau justru terus-terusan mengeluh.
Setelah ridho atas apa yang menimpa kita, maka berdzikirilah dengan dzikir yang baik (berhusnudzhon kepada Allah), yakini bahwa segalanya pasti baik untuk kita. Allah tidak mungkin mendzhalimi hamba-Nya. Setiap hinaan, disakiti, dan caci-maki terhadap diri kita, yakini pasti Allah akan bantu untuk bisa melewati semua ujian itu. Saat dihadapkan dengan situasi yang demikian, bacalah do'a Nabi Yunus as.:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Artinya:
"Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim". {QS. Al-Anbiyaa (21): 87}
Tidak ada satu masalah yang tidak ada solusinya. Jangan pernah menyalahkan orang lain bahkan mencari kambing hitam atas apa yang menimpa diri kita. Bersyukur dan bersyukur. Namun, pada kenyataannya banyak manusia yang seringkali terjebak dan fokus atas hal yang tidak enak yang dialaminya. Kepahitan yang kita alami tidaklah sebanding dengan karunia yang telah Allah berikan pada kita. Perbanyak bersyukur dan jangan berbuat dzhalim.
Jangan terlalu sering memikirkan kapan ujian kita akan segera berakhir, yang perlu kita lakukan adalah melakukan pembersihan diri dengan bertaubat, ridho atas ketetapan-Nya, dan tidak bersu'udzhon kepada Allah, serta sempurnakan ikhtiar kita dengan terus memperbaiki ibadah dan amalan-amalan baik lainnya.
QS. Al-Baqarah (152)
Artinya:
"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu,
dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."
وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
"... Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." {QS. Al-Hadid: 4}
إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
" ... sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati." {QS. Al-Mulk: 13}
QS. Al-Baqarah: 186
Artinya:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka
(jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan
orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka
itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman
kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
Sebuah do'a agar ditunjuki secara sempurna dalam penyelesaian masalah {Surat Al-Kahfi ayat 10}:
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Artinya:
"Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan
sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)."
~~~~~~~~~~~~~~~~//~~~~~~~~~~~~~~~~
C'est Moi
- Dewi Emy
- Moslem Agent ✿ Travelicious ♥ Culinary Lover ♥ Volunteer ♥ Startup Entrepreneur ✿ Blogger ☆☆☆
