"Barang siapa menginginkan dunia, maka dengan ilmu. Barang siapa mengingkan akhirat, maka dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya, maka dengan ilmu." HR. At-tirmidzi
Posted by Dewi Emy in
on
-
Oleh: Salim A. Fillah
Rejeki kita sudah tertulis di Lauhul Mahfudz. Mau diambil lewat jalan halal ataukah haram, dapatnya segitu juga. Yang beda, rasa berkahnya.
Jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfudz. Mau diambil dari jalan halal ataukah haram, dapatnya yang itu juga. Yang beda, rasa berkahnya.
Keduanya bukan tentang apa, berapa, atau siapa; tapi BAGAIMANA Allah memberikannya; diulurkan lembut dan mesra, atau dilempar dengan penuh murka?
Maka layakkanlah diri di hadapan-Nya untuk dianugerahi rejeki dan jodoh dalam serah terima paling sakral, mesra, penuh cinta, berkah, dan makna.
Rejeki dan jodoh ada di tangan Allah. Tapi jika tidak diambil-ambil, ya akan tetap berada di tangan Allah. Ikhtiar suci dan do'a menghiba mendekatkan keduanya.
Setiap orang memiliki jodohnya. Jika takdir dunia tak menyatukannya, atau malah melekatkan pada yang tak sejalan; surga kelak mempertemukan.
Jodoh Nuh dan Luth bukan isteri mereka. Jodoh Asiyah, istri Fir'aun, bukanlah suaminya. Maryam, ibunda Isa pun kelak bertemu dengan jodohnya.
Jodoh Abu Lahab itu agaknya Ummu Jamil; sebab mereka kekal hingga neraka. Jodoh Sulaiman agaknya Balqis, bersama mereka mengabdi kepada-Nya.
Dalam Al-Quran surat An-Nur ayat 26, "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki
yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita
yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik
adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)..."
Tentu makna ayat itu adalah peringatan dan kerangka ikhtiar; cara menjemput jodoh terbaik adalah dengan membaikkan diri di tiap bilangan hari.
Yang menjemput pasangan dengan menggoda matanya; bersiaplah mendapatkan ia yang tak tahan atas jebakan kejelitaan/ketampanan lainnya.
Tiap masa lalu buram yang tersesal dalam taubat suci; semoga jadi jalan mengantar kita pada kelayakan mendapat jodoh yang terbaik.
Jodoh tetap misteri. Syukuri ketidaktahuan itu dengan merencanakan dan mengupayakan yang terbaik menuju pernikahan suci di dunia nan fana.
Selanjutnya, tugas besar kita adalah melestarikan perjodohan itu hingga ke surga; meniti rumah tangga, sabar-syukur dalam barakah dan ridho-Nya.
===================
C'est Moi
- Dewi Emy
- Moslem Agent ✿ Travelicious ♥ Culinary Lover ♥ Volunteer ♥ Startup Entrepreneur ✿ Blogger ☆☆☆
