"Barang siapa menginginkan dunia, maka dengan ilmu. Barang siapa mengingkan akhirat, maka dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya, maka dengan ilmu." HR. At-tirmidzi
Posted by Dewi Emy in
on
-
Kisah tentang salah seorang sahabat Rasul yang dijamin masuk surga, ia adalah "Thalhah bin Ubaidillah".
Thalhah berasal dari bani Ta'im - suku yang sama dengan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Usia Thalhah lebih muda 25 tahun dari Rasulullah saw. Pada masa kenabian Rasulullah saw., Thalhah baru berusia 15 tahun. Ketika berdagang ke Bushro (salah satu kota di Suriah), Thalhah bertemu dengan seorang pendeta yang mengatakan padanya bahwa nabi terakhir akan muncul di Mekah. Setelah menempuh perjalanan selama berbulan-bulan, setibanya di Mekah, Thalhah mendengar berita kenabian, "Muhammad bin Abdullah." Thalhah masuk Islam dengan perantara sahabat Abu Bakar Ash-shiddiq.
Thalhah termasuk orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Ia adalah pengusaha yang kaya raya dan terpandang. Meski demikian, ia tak urung mendapatkan penyiksaan yang dilakukan oleh orang-orang Quraisy. Yang mendapat tugas menganiaya Thalhah dan Abu Bakar ra. adalah Naufal bin Khuwailid yang dikenal dengan sebutan "Singa Quraisy." Dalam satu riwayat lain, ada yang menyebutkan bahwa yang menyiksa mereka adalah Utsman ibn 'Ubaidillah (saudara Thalhah).
Naufal bin Khuwailid mengikat Abu Bakar ra. maupun Thalhah agar tidak dapat mengerjakan shalat dan kewajiban-kewajiban agama. Abu Bakar ra. dan Thalhah diberi julukan "Al-Qarinain" (Dua Serangkai) karena diikat dalam satu tali.
Thalhah selalu mengikuti peperangan yang diikuti Rasulullah saw., kecuali Perang Badar karena ia diutus oleh Rasulullah saw. untuk menyelidiki rombongan pedagang Quraisy ke Syam yang lolos dari hadangan pasukan Rasulullah saw.
Perang Uhud
Perang Uhud merupakan pembalasan dendam para kafir Quraisy. Mereka berangkat dengan diliputi rasa amarah yang luar biasa. Mereka berangkat dengan 300 prajurit, 3000 unta, 200 kuda, dan 700 baju perang, serta sejumlah wanita yang bertugas untuk memompa semangat para prajurit perang mereka.
Seminggu sebelum pasukan kafir Quraisy tiba, berita tersebut telah sampai ke telinga Rasulullah saw.
Saat perang Uhud terjadi pembelotan yang dilakukan oleh Abdullah ibn Ubay - seorang pemimpin para kaum munafik bersama dengan 300 kawannya. Sehingga yang semula pasukan kaum muslim berjumlah 1.000 orang berkurang menjadi 700 orang. Bani Salamah dan Bani Haritsah juga hampir berbalik arah. Namun, Allah mengukuhkan pendirian kedua kelompok tersebut.
Kaum musyrikin pun akhirnya berhasil ditaklukkan. Saat itulah 50 pasukan pemanah ulung melakukan kesalahan fatal karena meninggalkan posisi mereka di Bukit Ainain - dikenal juga dengan Gunung Al-Rumat - untuk memperebutkan hasil rampasan perang.
Padahal Rasulullah saw. telah mengintruksikan agar jangan ada yang meninggalkan posisi sampai ada komando dari beliau, entah itu berhasil menang atau pun kalah perang.
Melihat kaum muslimin berebut harta rampasan perang, Khalid ibn Al-Walid tidak menyia-nyiakan kesempatan. Khalid membunuh 10 pemanah dari pasukan muslim yang masih tersisa di atas bukit.
Saat kaum muslimin terjepit dan terkepung dari segala arah, Rasulullah berada di belakang kaum muslimin. Bersama beliau terdapat sekitar 7 orang dari kelompok Anshar dan 2 orang dari kelompok Muhajirin.
Ketika Rasul melihat pasukan berkuda Khalid muncul dari balik bukit, beliau berseru dengan nyaring, "Kemarilah wahai hamba-hamba Allah!". Sekolompok orang dari kaum musyrik mendekat ke arah Rasul dan menyerang beliau. Pada saat kritis, Rasul bersabda, "Barang siapa mau mencegah mereka dari kami, baginya surga. Atau dia akan menjadi pendampingku di surga."
Saat itu, seorang laki-laki Anshar maju bertempur hingga terbunuh. Begitu seterusnya hingga 7 orang lainnya ikut terbunuh. Yang tersisa hanya Thalhah bin Ubaidillah dan Sa'ad bin Abi Waqash. Sa'ad terus meluncurkan anak panahnya, sedangkan Thalhah tidak henti bertempur melawan musuh hingga mendapat 35 atau 39 luka di tubuhnya. Dia berjuang habis-habisan melindungi Nabi Muhammad saw. hingga jari-jarinya terluka bahkan putus. Ketika jarinya terputus, Thalhah mengeluarkan kata-kata rintihan. Maka Rasul menyahut, "Andaikata engkau mengucapkan "Bismillah", tentu malaikat akan mengangkatmu dan orang-orang dapat melihatmu."
Allah SWT. berfirman:
"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)." {S. Al-Ahzab: 23}
Setelah membaca firman Allah ini, sambil menunjuk Thalhah, Rasul bersabda, "Barang siapa yang suka melihat seorang laki-laki yang masih berjalan di muka bumi, padahal telah memberikan nyawanya, hendaklah ia melihat Thalhah."
Aisyah ra. berkata: "Bila disebutkan Perang Uhud, ayah berkata, "Perang Uhud milik Thalhah. Akulah yang pertama kali datang ke tempat Nabi, lalu Nabi berkata kepadaku dan Abu Ubaidah, "Lihatlah saudaramu itu (Thalhah)", lalu kami melihatnya dan ternyata di sekujur tubuhnya terdapat lebih dari 70 luka tusukan tombak, sabetan pedang, dan tancapan panah. Satu jarinya juga putus. Setelah itu kami merawatnya dengan baik."
Sumber:
1. Buku "60 Sirah Rasulullah saw." karangan Khalid Muhammd Khalid.
2. Buku "Dalam Dekapan Ukhuwah" karangan Salim A. Fillah.
3. Khasanah Trans 7.
Diringkas oleh: Ulya (relawan @PcintaAnakYatim)
C'est Moi
- Dewi Emy
- Moslem Agent ✿ Travelicious ♥ Culinary Lover ♥ Volunteer ♥ Startup Entrepreneur ✿ Blogger ☆☆☆
